Lab Etomidate Dibongkar, Waketum Berita Polri Investigasi: Polda Metro Jaya Harus Kejar Jaringan hingga Akarnya

BERITA POLRI INVESTIGASI|JAKARTA — Wakil Ketua Umum Berita Polri Investigasi, Nuriman, CPLA., CPI, mengapresiasi langkah Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri bersama jajarannya, khususnya Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, yang berhasil mengungkap laboratorium rahasia (clandestine laboratory) yang diduga digunakan untuk memproduksi cartridge vape mengandung etomidate.

Nuriman menilai pengungkapan tersebut menjadi langkah penting dalam memutus mata rantai peredaran narkotika, terlebih modus yang digunakan memanfaatkan perangkat vape dan menyasar pasar masyarakat.

“Pengungkapan ini patut diapresiasi. Polda Metro Jaya tidak hanya melakukan penindakan terhadap peredaran di tingkat hilir, tetapi berhasil mengembangkan perkara hingga menemukan lokasi yang diduga menjadi tempat produksi,” ujar Nuriman, (13/8) malam.

Pengungkapan kasus tersebut bermula dari penindakan yang dilakukan pada Minggu, 9 Agustus 2026, di sebuah apartemen di wilayah Tangerang. Hasil pengembangan penyidik kemudian mengarah ke lokasi lain di Apartemen Gold Coast, Penjaringan, Jakarta Utara, yang diduga berkaitan dengan aktivitas produksi.

Lokasi tersebut diduga disamarkan sebagai tempat tinggal. Namun, penyidik menemukan bagian ruangan yang telah dimodifikasi dan diduga digunakan untuk memproduksi cartridge vape mengandung etomidate.

Dalam pengungkapan itu, polisi mengamankan 350 cartridge etomidate siap edar serta sekitar 2,8 kilogram bahan baku. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, bahan tersebut diperkirakan dapat menghasilkan sekitar 14.000 cartridge apabila seluruhnya diproses.

Penyidik juga masih mendalami dugaan asal bahan baku yang disebut berasal dari Vietnam. Sementara itu, aktivitas produksi dan peredaran diduga telah berlangsung selama sekitar satu bulan.

Dalam periode tersebut, pelaku diduga telah melakukan sedikitnya tiga kali transaksi dengan jumlah keseluruhan sekitar 15.000 cartridge yang mengandung etomidate di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Nuriman menilai pola tersebut menunjukkan adanya dugaan jaringan yang telah memiliki sistem produksi dan distribusi. Karena itu, ia mendorong penyidik tidak berhenti pada pelaku yang telah diamankan.

“Yang harus dilakukan berikutnya adalah membongkar seluruh mata rantainya. Siapa pemasok bahan baku, siapa pemodalnya, siapa pengendalinya, bagaimana jalur masuk barang, serta siapa saja yang terlibat dalam distribusi,” tegasnya.

Menurut Nuriman, penggunaan apartemen sebagai lokasi yang diduga dijadikan tempat produksi menjadi perhatian serius. Modus tersebut menunjukkan bahwa jaringan narkotika diduga terus mencari ruang yang relatif tertutup untuk menjalankan aktivitasnya.

“Ini menjadi peringatan bahwa modus jaringan narkotika semakin berkembang. Hunian yang secara kasatmata terlihat biasa ternyata diduga dapat dimanfaatkan untuk aktivitas produksi. Karena itu, deteksi dini dan kepedulian masyarakat sangat diperlukan,” katanya.

Nuriman juga memberikan apresiasi kepada jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya atas pengembangan perkara hingga berhasil mengamankan barang bukti berupa cartridge, bahan baku, serta peralatan yang diduga berkaitan dengan aktivitas produksi.

Ia berharap proses penyidikan terus dikembangkan secara profesional dan transparan sehingga seluruh pihak yang terbukti terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum.

“Jangan berhenti di pelaku lapangan. Kalau memang ditemukan keterlibatan jaringan internasional, maka bongkar sampai ke hulunya. Putus jalur pemasok, pemodal, pengendali, distributor, dan seluruh mata rantai yang terbukti terlibat,” ujarnya.

Nuriman menegaskan, pemberantasan narkotika membutuhkan konsistensi aparat penegak hukum sekaligus dukungan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan membongkar laboratorium produksi memiliki arti penting karena dapat mencegah barang berbahaya tersebut beredar lebih luas.

“Ini bukan hanya soal berapa banyak barang bukti yang berhasil diamankan. Yang jauh lebih penting adalah berapa banyak potensi korban yang berhasil dicegah. Karena itu, langkah Polda Metro Jaya ini patut diapresiasi,” katanya.

Ia menambahkan, Berita Polri Investigasi mendukung langkah aparat dalam memberantas peredaran gelap narkotika serta mendorong pengungkapan jaringan dilakukan hingga tuntas berdasarkan bukti dan proses hukum yang berlaku.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri beserta seluruh jajaran, khususnya Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Pengungkapan ini harus menjadi pesan tegas bahwa tidak ada ruang aman bagi jaringan narkotika untuk memproduksi dan mengedarkan barang terlarang di wilayah hukum Polda Metro Jaya,” pungkas Nuriman.

Nuriman juga mengajak masyarakat segera melaporkan kepada kepolisian apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan, terutama yang berkaitan dengan dugaan produksi, penyimpanan, maupun transaksi narkotika.

“Pemberantasan narkoba merupakan tanggung jawab bersama. Informasi dari masyarakat dapat menjadi bagian penting dalam membantu aparat mengungkap jaringan sebelum peredarannya semakin luas dan menimbulkan lebih banyak korban,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *