BERITA POLRI INVESTIGASI I TAMBUN SELATAN, BEKASI, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Agraprana Sumberjaya, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
Monev dilakukan untuk menilai perkembangan kelembagaan, tata kelola manajemen, pengelolaan usaha, serta pemanfaatan aset dan permodalan BUMDes sebagai penggerak ekonomi desa.
Tim DPMD Kabupaten Bekasi yang hadir adalah Arif dan Fadli, didampingi perwakilan Kecamatan Tambun Selatan Agung Santoso. Rombongan disambut langsung Penjabat (Pj) Kepala Desa Sumberjaya, Ike Rahmawati, S.Pd.I di ruang kerja Kepala Desa.
Dalam sesi evaluasi, tim DPMD melakukan pendalaman kepada Direktur BUMDes Agraprana Sumberjaya, Husni Solihin terkait pelaksanaan usaha, tata kelola organisasi, administrasi, hingga manfaat BUMDes bagi masyarakat.
Monev tersebut mencakup 7 aspek penilaian, yakni (1) kelembagaan, (2) manajemen, (3) usaha dan unit usaha, (4) kemitraan, (5) permodalan dan aset, (6) administrasi, serta (7) keuntungan dan manfaat bagi masyarakat.
Usai evaluasi di kantor desa, tim melanjutkan peninjauan langsung ke kantor BUMDes Agraprana Sumberjaya. Beberapa unit usaha yang ditinjau meliputi layanan fotokopi, alat tulis kantor (ATK), penyewaan gedung, dan pembinaan UMKM.
Tim kemudian mengunjungi unit ketahanan pangan Agraprana Farm sebagai salah satu unit unggulan BUMDes.
Anggota Tim DPMD Kabupaten Bekasi, Arif, memberikan apresiasi terhadap tata kelola BUMDes Agraprana.
“BUMDes Agraprana bagus. Realisasi anggaran dan pengelolaannya juga bagus. Mantap buat Agraprana Farm,” ujar Arif kepada awak media.
Apresiasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi BUMDes Agraprana Sumberjaya untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat tata kelola yang profesional, transparan dan akuntabel, serta mengembangkan unit usaha produktif yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi warga Desa Sumberjaya.
Nadih
Reporter sahri




