BERITA POLRI INVESTIGASI I akarta – Di tengah melemahnya nilai tukar rupiah yang menyentuh Rp 18.157 per dolar AS dan ancaman resesi global, Forum Kepakaran Indonesia (FKI) bekerja sama dengan Universitas Indonesia Salemba dan Forum Asistensi Media Nasional (ASMEN) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema Ekonomi Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global.
FGD yang mengangkat sub tema “Antara Peluang dan Pertumbuhan, Ancaman Kritis dan Strategi Memperkuat Ketahanan Ekonomi Nasional” ini menghadirkan pakar-pakar ekonomi terkemuka nasional.
Hadir sebagai narasumber utama, *Prof. Dr. Drs. Supriatna, MT.,* Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Indonesia, dan *Prof. Edi Sugiono, ST., SE., MM.,* Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nasional Jakarta. Sementara itu, Ketua Umum Forum Kepakaran Indonesia, *Dr. Risman Pasaribu,* turut memberikan pandangan strategis, dengan dipandu moderator *Dr. Sri Hayati, MA., M.Si. Serta forum Asmen turut serta sebagai penyelenggara yang di pimpin Nurkholis CPLA.
Ketua Umum FKI, Dr. Risman Pasaribu dalam sambutannya menegaskan bahwa FGD ini bukan sekadar diskusi akademik, tetapi akan menghasilkan rekomendasi nyata.
> “Hasil dialog dan kesimpulan FGD ini akan kami sampaikan langsung kepada Presiden Republik Indonesia melalui Sekretaris Negara. Ini adalah bentuk kontribusi kepakaran untuk negara,” tegas Dr. Risman.
Prof. Supriatna menyoroti pentingnya ketahanan fiskal di tengah guncangan global. Menurutnya, Indonesia harus memperkuat pondasi APBN agar tidak bergantung pada utang luar negeri saat rupiah tertekan.
Senada, Prof. Edi Sugiono menekankan bahwa peluang pertumbuhan Indonesia masih terbuka lebar di sektor hilirisasi dan ekonomi digital, namun ancaman deindustrialisasi dan PHK massal harus segera diantisipasi.
FGD ini diikuti secara hybrid. Sebanyak 22 peserta hadir offline, terdiri dari 14 orang dari Asistensi Media Nasional (ASMEN), 3 orang dari TVRI, dan 5 orang dari Universitas Indonesia. Sementara 50 peserta lainnya mengikuti secara daring melalui Zoom dari Forum Kepakaran Indonesia dan UI.
Diskusi berlangsung dinamis, peserta aktif mempertanyakan nasib kelas menengah, daya beli masyarakat, dan strategi menjaga stabilitas harga pangan.
Dengan adanya FGD ini, diharapkan lahir sebuah peta jalan ketahanan ekonomi nasional yang tidak hanya kuat di angka makro, tetapi juga dirasakan hingga ke ekonomi akar rumput, termasuk UMKM dan masyarakat bahwah.
Reporter Sastra S




