Sesditjen Polpum Kemendagri di HUT ke-5 ASMEN Tiru Semangat Sumpah Pemuda 1928, Asistensi Media Harus Jadi Penjernih Ruang Publik

 

BERITA POLRI INVESTIGASI I JAKARTA -Momentum dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Hari Sumpah Pemuda dimanfaatkan Forum Asistensi Media Nasional ( ASMEN) untuk memperingati Hari Lahirnya yang ke-5 di Balai Kota DKI Jakarta.

Acara tersebut dihadiri Gubernur DKI Jakarta, jajaran Forum ASMEN, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan insan pers.

Berikut sambutan lengkap Sekretaris Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Sesditjen Polpum) Kementerian Dalam Negeri, *Andi Baso Indra Paharuddin, S.STP.,M.Si:*

_Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan._

_Yang terhormat Gubernur DKI Jakarta, Pimpinan dan jajaran Forum ASMEN, para tokoh masyarakat, tokoh pemuda, insan pers/media, dan seluruh hadirin generasi muda yang saya banggakan._

_Pertama, marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nya kita dapat hadir bersama dalam rangka HUT ke-5 Forum Asistensi Media Nasional sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda Tahun 2026._

_Atas nama Kementerian Dalam Negeri dan pribadi, saya mengucapkan selamat ulang tahun kepada Forum ASMEN. Saya mengapresiasi tema yang diangkat: ‘Semangat Sumpah Pemuda Memperkuat Ketahanan Nasional’._

_Pada tahun 1928, pemuda Indonesia tidak memiliki media sosial. Tidak memiliki internet, tidak memiliki teknologi komunikasi. Tapi mereka mempunyai sesuatu yang lebih penting, yaitu keberanian untuk bersatu. Mereka datang dari latar belakang yang berbeda tapi memilih meletakkan kepentingan Indonesia di atas kepentingan kelompok. Itulah esensi Sumpah Pemuda._

_Tantangan pemuda tahun 1928 adalah menyatukan bangsa yang terpisah oleh jarak dan identitas kedaerahan. Tantangan generasi muda tahun 2026 berbeda. Hari ini teknologi dapat mendekatkan orang yang berjauhan, tapi ironisnya dapat menjauhkan orang yang sebenarnya berdekatan._

_Posisi strategis ASMEN dan insan media: informasi hari ini bukan hanya komoditas, informasi adalah kekuatan. Media dapat membentuk persepsi, media dapat membangun kepercayaan, media dapat mengawasi kekuasaan. Tapi media juga dapat membantu menjaga persatuan dan ketahanan bangsa. Dewan Pers mencatat per Juli 2026 terdapat 1.118 perusahaan pers. Dari Januari sampai Juli 2026 telah melakukan 52 kali Uji Kompetensi Wartawan dan 836 dinyatakan kompeten._

_Ada tiga kekuatan besar yang hadir dalam pertemuan hari ini, yaitu pemerintah, media, dan pemuda. Ketika bergerak bersama-sama dalam semangat gotong royong, itulah kekuatan sosial yang dapat menjadi modal besar bagi ketahanan nasional Indonesia._

_ASMEN harus naik kelas. Harapan saya, jadilah jembatan antara media dan pemerintah, jadilah ruang kolaborasi antara generasi muda dengan insan pers, jadilah bagian dari literasi digital. Dan yang lebih penting, jadilah kekuatan yang menjernihkan ketika ruang publik keruh, menyatukan ketika masyarakat terpolarisasi, dan memberikan harapan ketika masyarakat menghadapi ketidakpastian._

_Kalau ini dapat dilakukan, maka ASMEN bukan sekadar organisasi media, ASMEN menjadi bagian dari kekuatan sosial dalam menjaga ketahanan nasional._

Reporter Sastra. S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *