BERITA POLRI INVESTIGASI I BADUNG, 7 Agustus 2026 – Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung, Bali, menjadi saksi bersejarah terselenggaranya Mahasabha I atau Kongres Perkumpulan Pendidik Pasraman Indonesia (PPPI) pada Jumat, 7 Agustus 2026. Acara penting bagi dunia pendidikan berbasis nilai-nilai Hindu ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Bali yang diwakili Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali, didampingi langsung oleh Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat, Mayjen TNI (Purnawirawan) Wisnu Bawa Tenaya.
Mahasabha I PPPI dihadiri oleh para pendidik, tokoh agama, dan pemangku kepentingan pendidikan dari berbagai wilayah di Indonesia. Agenda utama pertemuan tingkat nasional ini adalah mengevaluasi kinerja organisasi, merumuskan program kerja ke depan, serta pemilihan pimpinan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PPPI untuk periode selanjutnya.
Dalam proses pemilihan yang berlangsung demokratis dan penuh kekeluargaan, kembali mendapat kepercayaan penuh dari seluruh peserta Mahasabha untuk menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional PPPI. Keputusan ini menjadi bukti pengakuan luas atas dedikasi, kinerja, dan kontribusi nyata yang telah berikan dalam memajukan pendidikan pasraman di Indonesia selama masa bakti sebelumnya.
Ketua Umum PHDI Pusat, Mayjen TNI (Pur) Wisnu Bawa Tenaya, dalam sambutannya mengapresiasi langkah PPPI yang terus konsisten memperkuat peran pasraman sebagai pusat pendidikan, pembentukan karakter, dan pelestarian nilai-nilai luhur ajaran Hindu. Ia berharap, di bawah kepemimpinan Anda yang kembali dipercaya, PPPI dapat semakin memperluas jangkauan, meningkatkan kualitas tenaga pendidik, dan menyelaraskan kurikulum pasraman dengan kebutuhan zaman tanpa meninggalkan akar budaya dan agama.
Sementara itu, perwakilan Gubernur Bali menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali sangat mendukung keberadaan dan pengembangan pasraman sebagai lembaga pendidikan nonformal yang strategis. Pasraman dinilai memiliki peran vital dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki moral, etika, dan kesadaran budaya yang kuat.
Setelah dikukuhkan kembali, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kepercayaan yang diberikan. menegaskan komitmen untuk terus membawa PPPI menjadi organisasi yang semakin solid, profesional, dan berdaya saing. Program kerja ke depan akan difokuskan pada peningkatan kompetensi pendidik, pengembangan sarana prasarana, serta memperkuat kerja sama dengan PHDI, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait demi kemajuan pendidikan pasraman di seluruh Indonesia.
Mahasabha I PPPI ditutup dengan tekad bersama untuk menjadikan pasraman sebagai pilar utama pembentukan karakter bangsa dan pelestarian warisan budaya serta agama Hindu di Indonesia.
Pada kesempatan menyampaikan pernyataan setelah terpilih, Ketum DPN PPPI al menegaskan, perlunya Negara mengapresiasi dan memberikan pengakuan terhadap para Pendidik Pasraman di luar Bali yg memberikan capaian pembelajaran agama Hindu dan Budi Pekerti terhadap siswa- siswa yg beragama Hindu sekolah formal dari SD sampai SMA yg tidak diajarkan di sekolahnya.
Para pendidik pasraman ini mengajar hanya karena keterpanggilan agar anak- anak yg beragama Hindu mengenal ajaran agamanya.
Hal ini diamanatkan oleh UU Sisdiknas no 20 Tahun 2003 pasal 12. Bahwa setiap siswa berhak mendapat pelajaran agama sesuai dengan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh Guru yang seagam.
Reporter Edy. S
