BERITA POLRI INVESTIGASI|NTB – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) menerima kunjungan Tim Visitasi Nominator Male Award in Support of UN “HeForShe”, sebagai bentuk pendalaman terhadap implementasi Pengarusutamaan Gender (PUG), pelayanan disabilitas, serta penanganan kasus perempuan dan anak di wilayah NTB, pada Jumat (10/10/2025).
Kunjungan ini dipimpin oleh Ibu Jaleswari Pramodhawardani dan diterima langsung oleh Kapolda NTB Irjen Pol. Hadi Gunawan, S.H., S.I.K., didampingi sejumlah pejabat utama di Ruang Presisi Polda NTB, Mataram.
Sebagai bagian dari kegiatan tersebut, Polda NTB juga menggelar Diskusi Kolaborasi Lintas Sektoral bertema “Layanan Terpadu serta Sinergi Polri–Pemda dalam Penanganan Kasus Perempuan dan Anak.”
Diskusi ini melibatkan berbagai unsur penting seperti Komisi Disabilitas Daerah, UPTD PPA Provinsi NTB, BP3MI NTB, LBH Apik NTB, Lembaga Senyum Puan Rumah Inspirasi, Rektor UIN Mataram, HIMPSI, serta LPA Mataram.
Komitmen Polri terhadap Kesetaraan dan Inklusi
Polda NTB menegaskan komitmennya terhadap Pengarusutamaan Gender dan inklusi sosial berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 serta Peraturan Kapolri Nomor 1 Tahun 2022.
Kebijakan tersebut menjadi landasan bagi setiap program kepolisian untuk menjamin kesetaraan, partisipasi, dan akses yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Inovasi Layanan Disabilitas: LADITAS
Sebagai bentuk nyata kepedulian, Polda NTB menghadirkan inovasi LADITAS (Layanan Adil Disabilitas) — sebuah terobosan yang memberikan akses hukum, pendampingan, dan perlakuan setara bagi penyandang disabilitas dalam proses penegakan hukum.
Langkah ini sekaligus memperkuat implementasi prinsip “Polri Presisi yang humanis dan profesional.”
Edukasi dan Kesetaraan di Internal Polri
Selain pelayanan publik, Polda NTB secara aktif menyelenggarakan workshop, sosialisasi, dan kampanye “Rise and Speak” guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, serta perlindungan anak dari kekerasan.
Di sisi internal, prinsip kesetaraan gender juga diterapkan melalui sistem merit-based, yang memberi peluang bagi Polwan (Polisi Wanita) untuk menduduki jabatan strategis seperti Kasat dan Kapolsek.
Hal ini menjadi bukti nyata bahwa Polri terus bertransformasi menuju organisasi yang profesional, inklusif, dan setara gender.
Menjadi Polri yang Presisi, Humanis, dan Tanpa Diskriminasi
Melalui langkah-langkah strategis tersebut, Polda NTB menegaskan tekadnya untuk hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat tanpa diskriminasi, sejalan dengan semangat Polri Presisi yang responsif terhadap isu-isu kemanusiaan dan kesetaraan.
